Tag Archive: lovebird


BARITAN

 Baritan atau sedekah laut adalah prosesi melarung Jolen ke
tengah laut yang dilaksanakan para nelayan sebagai upacara rasa syukur atas
hasil usaha menangkap ikan di laut. Sedekah laut diselenggarakan tiap tahun
sekali pada Maulud, setiap Selasa atau Jumat Kliwon.
Sebelum upacara pelarungan, diadakan tirakatan bersama yang
dihadiri para nelayan, tokoh masyarakat setempat dan para pejabat terkait
dengan mengambil lokasi di Tempat Pelelangan Ikan. Pembacaan doa dan tahlil
menyertai upacara ini dengan maksud agar pelaksanaan upacara ini dapat berjalan
lancar, selamat dan tidak menyimpang dari aturan agama. 

KRANGKENG   

                  Kesenian tradisional ini dikenal masyarakat Pemalang sejak
tiga abad silam. Berawal dari peristiwa penyerbuan Batavia oleh laskar Mataram.
Pemalang yang saat itu termasuk dalam wilayah Mataram membantu laskar Sultan
Agung dengan mengirim prajurit-prajurit terbaiknya. Cara menghasilkan prajurit
tangguh saat itu ialah melatih para pemuda dengan ilmu kanuragan dan olah
keprajuritan. Caranya setiap latihan olah kanuragan selalu diiringi musik atau
tetabuhan.
            Kegiatan latihan olah kanuragan yang diiringi musik kini masih
terus berlangsung, bahkan kian meluas. Materi yang ditampilkan kian berkembang
dan diperkaya berbagai jenis ketangkasan lainnya seperti atraksi kekebalan
tubuh dan ketrampilan akrobatik. Olah kanuragan kini telah beralih fungsi
menjadi sebuah kegiatan kesenian dan tontonan yang menarik. Inilah cikal bakal
lahirnya kesenian krangkeng. 

SINTREN  

                 Sintren merupakan kesenian rakyat yang cukup populer di
wilayah Karesidenan Pekalongan terutama di kalangan masyarakat pantura.
            Sintren konon berasal dari legenda Sularsih-Sulandono. Sulandono
adalah putera ari pasangan suami-istri Joko Bahu dan Ratnasari yang menurut
kisah adalah pendiri Kota Batang, Pekalongan dan wilayah sekitarnya. Sintren
menggambarkan perjalanan hidup dan kesucian seorang gadis yang diperankan
seorang gadis belia yang masih suci, belum akil-balik dan tidak pernah terjamah
tangan lelaki.
            Pertunjukan sintren diawali tembang yang menarik perhatian para
penonton yakni "Kukus Gunung". Berikutnya gadis calon sintren yang mengenakan
pakaian biasa dimasukkan ke dalam kurungan dalam keadaan tangan terikat.
Setelah si gadis berada dalam kurungan, kemenyan pun dibakar sementara para
pelantun lagu mengalunkan tembang "Yu Sintren" yang bertujuan memanggil
kekuatan dari luar. Kekuatan inilah yang nantinya mengganti busana calon
sintren.
            Selanjutnya akan tampak sesosok bidadari yang mengenakan pakaian
kebesaran lengkap dengan kacamata hitam, berdiri anggun lalu
berienggang-lenggok mengikuti irama gamelan yang dimainkan para penabuh.
            Pada zaman dulu, selain sebagai sarana hiburan dan ajang komunikasi
muda-mudi untuk cari jodoh, sintren juga digunakan sebagai mediasi untuk
meminta turun hujan. Sekarang, sintren pun dipentaskan untuk memeriahkan
hari-hari besar nasional, acara hajatan atau pun untuk menyambut tamu resmi. 

JARAN KEPANG                   Jaran kepang atau Kuda Lumping adalah jenis kesenian
tradisional yang umumnya dikenal di masyarakat Jawa Tengah. Kesenian ini
merupakan jenis permainan yang menyertakan unsur magis karena pada adegan
tertentu pemainnya memainkan atraksi yang tidak mungkin dilakukan manusia biasa
seperti adegan makan pecahan kaca. Dari sejumlah kesenian Jaran Kepang yang ada
di Jawa Tengah, Pemalang mungkin memiliki beberapa kelebihan berupa inovasi
seperti adanya adegan cukup unik dimana dua atau tiga orang pemain dijadikan
manusia setengah robot yang bisa duduk atau berdiri mematung berjam-jam
lamanya.
            Kesenian Jaran Kepang biasanya dipentaskan pada acara hajatan,
upacara hari besar nasional atau pun menyambut kunjungan tamu resmi. 

 
KUNTULAN                    Kesenian ini mulai dikenal masyarakat Pemalang pada sekitar
awal abad 20 yaitu pada saat di tanah air banyak muncul pergerakan kebangsaan.
Tokoh-tokoh masyarakat Pemalang saat itu tak mau ketinggalan ikut dalam kancah
perjuangan nasional. Dibentuklah perkumpulan bela diri, khususnya pencak silat.
Kegiatan bela diri ini ketika itu selalu diiringi rebana dan pukulan bedug
serta dikumandangkan pula doa-doa salawat Nabi sehingga terkesan sebagai
kegiatan kesenian dan keagamaan. 

            Setelah kemerdekaan kegiatan ini yang kemudian di -kenalkan dengan
nama kuntulan tetap berlangsung dan berubah dari alat perjuangan menjadi sarana
hiburan. Kesenian ini biasanya dipentaskan para acara peringatan hari besar
nasional, hajatan atau pun menyambut tamu resmi. Kesenian kuntulan tampak
menarik karena memadukan jurus-jurus bela diri yang nampak artistik,
demonstrasi akrobatik dan keindahan musik rebana dan bedug.

NAMA – NAMA HOTEL DI PEMALANG

Resort & Resto Jambe Kembar  Jl. Raya Belik – Pemalang

Pondok Wisata Simadu              Jl. Raya Pulosari – Moga Pemalang (site)

Regina Hotel***                           Jl. Raya Petarukan No 10 – Pemalang (site)

Hotel Murni                                   Jl. Urip Sumoharjo No 48 – 70 Pemalang

Hotel Moga Indah                       Jl. Raya Moga Pemalang

Hotel Dewi Sri                               Jl. Bromo No. 2 Pemalang

Hotel Pemalang                            Jl. Jendral Sudirman Timur 5 Pemalang

Hotel Sentana Mulia                  Jl. Jend. Sudirman No 52 -54 Pemalang

Hotel Kencana                             Jl. Wijaya Pemalang

Pondok  Saraswati                      Jl. Citarum Kebondalem Pemalang

Hotel Mutiara                              Jl. Gatot Subroto Randudongkal

Hotel Rajawali                             Jl. Kenanga No. 31 Pemalang

Hotel Segoro                                Jl. Urip Sumoharjo Pemalang

Hotel Luas Indah                      Jl. Pemuda No. 36 Pemalang

Hotel Nila                                     Jl. Jend. Sudirman Pemalang

Pondok Family                          Jl. Urip Sumohardjo No. 13 Pemalang

Pondok Menara                         Jl. Urip Sumohardjo 129 Pemalang

Pondok H. Atip                          Jl. Urip Sumohardjo Pemalang

NAMA – NAMA RESTAURANT / RUMAH MAKAN DI PEMALANG

REGINA Restaurant                                Jl. Raya Petarukan No 10 Pemalang

MIE PIJAR                                                  Jl. Ahmad Yani Selatan – Pemalang

LESEHAN ASRI                                         Jl. Raya Moga – Pemalang

RM PRINGJAJAR                                     Jl. Raya Comal – Ampelgading Pemalang

RM JAVA                                                     Jl. Ahmad Yani Utara – Pemalang

RM SEGORO                                                Jl. Urip Sumoharjo – Pemalang

CIPES RESTO                                              Jl. A Yani Selatan – Pemalang

RM Gubug Ikan                                         Jl. Raya Kebanggan Moga – Pemalang

RM Lesehan BU RUSLANI                   Ds. Jebed Selatan – Taman Pemalang

RM Mantep Roso                                    Jl. Raya Petarukan – Pemalang

Lomba Burung yang makin marak belakangan ini menjadi fenomena tersendiri. Banyaknya peserta yang makin meningkat dari tahun ke tahun menjadikan Lomba Burung menjadi salah satu alternatif untuk menarik wisatawan, yang mempunyai multiplier effect terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan. Betapa tidak, dari beberapa lomba burung yang sudah menjadi event tahunan, seperti Piala Raja, BSD Cup, Kicau Mania Cup menjadikan suatu daerah menjadi ramai. Tingkat hunian hotel meningkat, usaha kuliner menjadi marak bahkan pedagang kaki lima pun mendapatkan rejeki di tiap – tiap lomba burung.

Lomba Burung sebagai salah satu atraksi wisata mulai dilirik oleh para pelaku pariwisata, salah satunya adalah Pemkab Kabupaten Pemalang yang baru saja menyelenggarakan Bupati Cup sekaligus Promosi Widuri Water Park. Dengan menggandeng produsen pakan dan vitamin burung B ’N R, pemkab berhasil menyelenggarakan lomba burung yang cukup berkualitas, meski gaungnya tidak sedahsyat Piala Raja di Yogyakarta, akan tetapi hal ini sudah menjadi tanda bahwa Lomba Burung yang tadinya hanya sebatas pada kontes belaka bisa dinaikkan fungsinya sebagai ajang atraksi maupun promosi pariwisata.

Salah satu tulang punggung penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada era otonomi daerah adalah sektor kepariwisataan, mengingat sektor inilah yang sangat potensial menghasilkan pendapatan yang besar karena sifatnya yang multisektoral dan multi-effects. Dengan berkembangnya sektor kepariwisataan akan mendukung income generating dari pelbagai sisi mulai dari retribusi masuk obyek wisata, pajak hotel dan restoran, perijinan usaha pariwisata, di samping juga menyerap tenaga kerja baik dari sektor formal maupun informal. Mengingat demikian strategisnya posisi pengembangan sektor pariwisata maka developmental-planning-nya penting untuk dipikirkan.Pemalang adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki potensi wisata cukup berlimpah dan bervariasi. Obyek wisata di Pemalang dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu wisata alam serta wisata budaya.
Paparan ini merupakan urun rembug bagi Pemerintah Kabupaten Pemalang, khususnya dalam mengelola potensi kepariwisataan sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan formulasi kebijakan yang akan ditempuh nantinya, serta peluang dan tantangan apa yang menghadang.Untuk menempuh kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan tentunya sangat penting untuk mengetahui peta kondisi kepariwisataan Pemalang yang ada saat ini. Oleh sebab itu perlu dibahas beberapa faktor eksternal, internal, peluang dan hambatan, sehingga memudahkan policy makers memformulasikan kebijakannya.Tahap evaluasi ini adalah yang pertama perlu dilakukan untuk memetakan problematika yang dihadapi Pemalang dalam bidang kepariwisataan dari lingkungan internal. Dari perspektif publik tampak bahwa ada beberapa pekerjaan rumah yang perlu dipecahkan berkaitan dengan kondisi internal pengembangan kepariwisataan di Pemalang, yaitu:
Pertama, Implementasi kebijakan pengembangan obyek wisata yang belum optimal dilakukan, kendati potensi cukup tersedia.
Kedua, strategi promosi wisata yang cenderung masih konvensional.
Ketiga, pelayanan dalam arti luas kepada wisatawan yang masih kurang terutama dalam pengamalan Sapta Pesona dari stake holders di bidang pariwisata khususnya.
Keempat, masih relatif lemahnya koordinasi antara pelaku pariwisata, Pemerintah Daerah dan pihak terkait.Tahap berikutnya adalah evaluasi faktor eksternal yang menunjukkan bahwa seiring belum pulihnya citra negatif negara kita di mata dunia internasional, khususnya dalam aspek keamanan dan kenyamanan, dunia pariwisata nasional mengalami penurunan wisatawan internasional yang cukup substantif, meskipun pada tataran wisatawan domestik cenderung tak terpengaruh. Kemudian wacana obyek wisata kumuh merupakan hambatan potensial kedatangan wisatawan. Setelah mengetahui peta kelemahan dari faktor eksternal dan internal tersebut, maka perlu pula dirumuskan tentang peluang dan hambatan yang potensial muncul.
Adapun sejumlah peluang dan hambatan yang ada antara lain:
Pertama, kebijakan Otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 32/2004 membuka peluang bagi daerah untuk mengoptimalkan sumberdaya yang dimilikinya. Di samping itu, peluang kerjasama antar daerah maupun dengan luar negeri pun dimungkinkan sebatas tidak mengganggu integrasi nasional. Dengan demikian sebenarnya Daerah memiliki kesempatan terbuka untuk mengembangkan sektor kepariwisataan, mulai dari perencanaan, penetapan peraturan kepariwisataan sesuai dengan potensi diri serta penetapan perjanjian kerjasama dengan daerah/kota di dalam negeri bahkan dengan kota lain di luar negeri. Sister city adalah salah satu bentuk perwujudannya. Namun yang paling utama adalah perlu penyiapan Sumberdaya manusia yang handal untuk mewujudkan kerjasama tersebut.
Kedua, Pemalang memiliki variasi obyek wisata yang beragam mulai dari obyek wisata alam dan budaya yang sangat potensial untuk mendatangkan wisatawan.Ketiga, posisi Pemalang yang belum merupakan daerah tujuan wisata yang cukup dominan (sering tidak terdapat dalam peta) sangat tidak menguntungkan untuk menarik wisatawan karena obyek – obyek wisata yang ada belum begitu dikenal, disamping belum tertata secara optimal baik dari segi fisik maupun manajemennya.
Keempat, sebagai kabupaten yang dikelilingi sejumlah Obyek Wisata ternama di Kabupaten tetangga (Guci di Kab. Tegal dan Owa Bong di Kab. Purbalingga) belum dapat memanfaatkan secara optimal Jalur Wisata Terpadu Lintas Regional (Tourism Cluster)
Dan tantangan utama yang muncul adalah potensi persaingan yang semakin terbuka dengan daerah lain pada era global ini untuk memperebutkan wisatawan, khususnya wisatawan nusantara yang relatif tak terpengaruh krisis. Oleh sebab itu sangat dibutuhkan strategi untuk mengembangkan kepariwisataan di Pemalang agar dapat bersaing dengan daerah lain.Ada beberapa pemikiran yang dapat dijadikan pertimbangan guna memajukan kepariwisataan di Pemalang.
Pertama, berkaitan dengan implementasi kebijakan pengembangan pariwisata yang belum optimal, perlu ditindaklanjuti dengan studi pengembangan obyek wisata yang saat ini tengah dibangun dengan dana Milyaran rupiah yaitu Water Boom Widuri. Dengan kata lain, keterlibatan stake holder pariwisata dalam menentukan arah dari Pembangunan Water Boom Widuri perlu dioptimalkan. Hal ini memang harus dilakukan, karena Sektor Pariwisata mempunyai multiplier effect yang sangat luar biasa bagi perkembangan ekonomi suatu daerah. Proposal / Usulan yang sudah pernah diajukan oleh kami maupun barang kali stake holder yang lain perlu dipertimbangkanKedua, berkaitan dengan masih konvesionalnya cara-cara promosi yang dilakukan selama ini seperti penerbitan bahan cetak baik booklet maupun leaflet, promosi tatap muka baik dengan model pameran maupun travel dialogue, serta promosi melalui media massa, ada baiknya mengikuti kemajuan jaman dengan membuka Situs Pariwisata Kabupaten Pemalang di dunia maya/internet tanpa mengesampingkan cara-cara sebelumnya.Sebagai contoh Yogyakarta, selain merangkul stake holder pariwisata juga telah merangkul para blogger. Komunitas dunia maya yang tumbuh bersama kemajuan teknologi internet itu dinilai memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap kondisi sosial sekitarnya. Kepedulian itu terbukti dari kebiasaan memasang tautan ke situs-situs yang memuat informasi menarik dan visi sosial tertentu. Didukung aktivitas blogger dalam menjalin persahabatan dan berbagi informasi, informasi itu diharapkan dapat tersebar secara cepat dengan jangkauan luas. Dengan demikian, semakin banyak calon wisatawan yang mengetahui tempat-tempat menarik di Wilayah Pemalang dan terdorong untuk mengunjunginya.
Di era good governance sekarang ini, model pelayanan publik yang kurang nyaman, bertele-tele, lamban apalagi dengan muka masam, sudah selayaknya ditinggalkan. Oleh karena itu menjadikan Sapta Pesona pariwisata ( aman, nyaman, indah, tertib, bersih, ramah-tamah dan kenangan) sebagai pedoman insan pelaku pariwisata harus dimulai dari keteladanan para birokratnya. Berikutnya, untuk meningkatkan kunjungan wisnus ke Pemalang, maka perlu diversifikasi produk wisata untuk tetap menjaring kunjungan wisnus tersebut. Misalnya dengan mengadakan event yang menyorot perhatian publik, khususnya anak muda di obyek wisata tersebut seperti parade

seni budaya, musik, moto-cross dan sebagainya. Guna menjawab satu tantangan besar yaitu semakin terbukanya persaingan antar daerah dalam menarik kunjungan wisatawan, maka perlu ditempuh beberapa upaya, antara lain pembentukan Tourism Cluster dengan Kabupaten / Kota tetangga. Di jaman yang serba transparan sekarang ini sebaiknya bekerjasama dalam rangka kompetisi sehat. Langkah pertama, rumuskan rambu-rambu, aturan dan bentuk kerjasama yang disepakati bersama, kemudian tuangkan dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) yang ditandatangani Kepala Daerah. Apakah Kabupaten Pemalang telah masuk ke dalam JAVA PROMO, Yaitu Kerjasama Pariwisata antara 14 Kab/Kota di Jawa Tengah-DIY?
Akhirnya, harus disadari bersama seperti di awal tulisan ini bahwa sektor pariwisata adalah multisektoral dan multi-efek. Oleh karena itu segala permasalahan sektor ini tidak dapat berdiri sendiri atau instansional, melainkan harus lintas sektoral, sebab hakekat kegiatan pariwisata yang sebenarnya adalah kegiatan lintas budaya, wilayah, lintas ras bahkan agama. Dengan adanya pemahaman yang demikian tersebut akan memudahkan untuk duduk dalam satu lingkaran untuk membahas peluang dan tantangan di Era Otonomi Daerah.
Semoga Kabupaten Pemalang dapat lebih arif dalam menyikapi persoalan yang timbul di seputar dunia pariwisata.
Semoga bermanfaat.

Pendidikan seni budaya bagi generasi muda sangatlah penting, hal ini agar budaya-budaya tradisional tidak punah karena terlindas oleh jaman.Searas dengan hal itu Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Pemalangakan menyelenggarakan Kemah Budaya Generasi Muda Kabupaten Pemalag. Kegiatan ini  memang bukan ide murni dari BPPD Pemalang, akan tetapi merupakan kegiatan yang diadaptasi dari Kemah Budaya Propinsi jawa Tengah yang baru – baru ini diselenggarakan di Kawasan Wisata Candi Borobudur Magelang.

Sebagai prolog dari kegiatan ini BPPD Kabupaten Pemalang akan menggandeng Satuan Karya Pramuka (Saka) Pandu Wisata untuk mekasanakan sosialisasi tentang kemah budaya tersebut. Direncanakan kegiatan tersrebut akan terselenggara pada bulan Desember 2011 bersamaan dengan libur sekolah semester gasal.

Investasi di bidang pariwisata di Kabupaten Pemalang sangat menjanjikan.  Ada beberapa potensi wisata yang bisa dikembangkan dan berpotensi menjadi obyek wisata unggulan, antara lain :

PANTAI JOKO TINGKIR

Terletak 12 km arah timur laut kota Pemalang, dengan luas 1 Ha merupakan pantai yang masih alamai dengan sajian panorama laut biru.

Potensi yang bisa dikembangkan :

  1. Resort
  2. Restaurant
  3. Meeting Hall
  4. Water Sport
  5. Camping / Out Bond Area

CURUG BENGKAWAH

Terletak sekitar 35 km arah selatan kota Pemalang, Ketinggian airterjun sekitar 20 meter, memiliki panorama yang sangat indah.

Potensi yang bisa dikembangkan :

  1. Camping /. Out Bond Area
  2. Mountain sight seeing
  3. Jogging Track

Pemandian Moga Indah

Lokasi di Desa Moga Kecamatan Moga (+ 41 Km arah selatan Kota Pemalang). Obyek Wisata ini berupa Kolam Renang alami dan Kawasan Peristirahatan yang berhawa sejuk yang dikitari panorama alam pegunungan. Kolam Renang Moga dilengkapi fasilitas Hotel, Camping Ground, dan lain-lain.

Potensi yang bisa dikembangkan :

  1. Resort
  2. Restaurant
  3. Meeting Hall
  4. Water Sport
  5. Camping / Out Bond Area

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.